Kamis, 21 Mei 2020

Untuk Kamoe

Waktu berlalu begitu cepat, aku menyadari nya, mungkin kamu pun begitu. sayup sayup angin malam menerpa tubuh ku dikala duduk seorang diri menatap bintang. Saat itu juga wajah mu hadir ditengah lamunan malam ku.

Dulu, cerita ini aku hindari.– Hanya anak “kemarin sore” yang mencoba masuk ke dunia baru. Mencoba merasakan kisah yang penuh drama. Kisah dengan berbagai rasa yang sulit ditafsirkan. Tapi, entah mengapa aku larut didalamnya dan gagal untuk menghindar.

Sekarang, aku bukan lagi duduk ditemani angin malam yang begitu syahdu. Hanya sinar mentari sore hari yang memancar hingga ke pori ku. Fase perputaran bumi, pergantian hari kita rasakan bersama. Namun, kamu berbeda. Kamu egois. Kamu merasakan semua perubahan namun tidak menyadari nya. Justru aku dipaksa untuk menyadari semua nya. Dipaksa untuk begitu peka terhadap semua tingkah yang kamu tunjukkan. Dulu kamu bertindak seperti kupu-kupu anggun yang sibuk mencari nektar nya. Tapi saat ini dirimu hanya seperti putri malu, merespon sinyal yang datang dengan cara menutup diri. Semua keadaan berbalik. Kini aku yang menjadi pemeran utama untuk mendapat kan semua sinyal yang dulu kau berikan. Keadaan sekarang membuat ku membuka mata terhadap apa yang pernah hadir.

Aku berjalan berdampingan dengan waktu. Memainkan peran yang ku dapat dari pelajaran masa lalu. Peran yang membuatku mencoba untuk mengembalikan semua nya. — Ku kira, seni peran yang ku mainkan bisa membuatmu berdecak kagum dan kembali menjadi kupu-kupu anggun. Namun aku salah. Seperti menyusun serpihan kaca yang terlanjur hancur, mustahil. — Peran yang ku mainkan tak mendapat respon sedikit pun. Bahkan sikap yang kau tunjukkan membuatku semakin sadar. Seperti memberi sinyal bahwa aku harus menyudahi peranku. Kau beruntung, aku berhasil menangkap sinyal itu, aku berhasil menafsirkan semua yang kau mau. Aku sudahi semuanya .

Terimakasih untuk semua pelajaran bahkan pengalaman yang telah diberikan. Tulisan ini hanya secercah kata sebagai sarana untuk menyampaikan resah yang tak terucap.
Dan untuk KAMU, semoga sukses. Aku berdoa semoga semua harap yang terucap dapat menjadi nyata. Sampai bertemu ketika mahkota kesuksesan sudah berhasil didapatkan.


Prabumulih, 19 Juli 2017

------------------------------------------------------------------------------------------

*Cuma tulisan lama guys, waktu cinta monyet-monyetan. Biar ada warnyanya lah tulisan blog ini haha. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar