Waktu berlalu begitu cepat, aku menyadari nya, mungkin kamu
pun begitu. sayup sayup angin malam menerpa tubuh ku dikala duduk seorang diri
menatap bintang. Saat itu juga wajah mu hadir ditengah lamunan malam ku.
Dulu, cerita ini aku hindari.– Hanya anak “kemarin sore”
yang mencoba masuk ke dunia baru. Mencoba merasakan kisah yang penuh drama.
Kisah dengan berbagai rasa yang sulit ditafsirkan. Tapi, entah mengapa aku
larut didalamnya dan gagal untuk menghindar.
Sekarang, aku bukan lagi duduk ditemani angin malam yang
begitu syahdu. Hanya sinar mentari sore hari yang memancar hingga ke pori ku.
Fase perputaran bumi, pergantian hari kita rasakan bersama. Namun, kamu
berbeda. Kamu egois. Kamu merasakan semua perubahan namun tidak menyadari nya.
Justru aku dipaksa untuk menyadari semua nya. Dipaksa untuk begitu peka
terhadap semua tingkah yang kamu tunjukkan. Dulu kamu bertindak seperti
kupu-kupu anggun yang sibuk mencari nektar nya. Tapi saat ini dirimu hanya
seperti putri malu, merespon sinyal yang datang dengan cara menutup diri. Semua
keadaan berbalik. Kini aku yang menjadi pemeran utama untuk mendapat kan semua
sinyal yang dulu kau berikan. Keadaan sekarang membuat ku membuka mata terhadap
apa yang pernah hadir.
Aku berjalan berdampingan dengan waktu. Memainkan peran yang
ku dapat dari pelajaran masa lalu. Peran yang membuatku mencoba untuk
mengembalikan semua nya. — Ku kira, seni peran yang ku mainkan bisa membuatmu
berdecak kagum dan kembali menjadi kupu-kupu anggun. Namun aku salah. Seperti
menyusun serpihan kaca yang terlanjur hancur, mustahil. — Peran yang ku mainkan
tak mendapat respon sedikit pun. Bahkan sikap yang kau tunjukkan membuatku
semakin sadar. Seperti memberi sinyal bahwa aku harus menyudahi peranku. Kau
beruntung, aku berhasil menangkap sinyal itu, aku berhasil menafsirkan semua
yang kau mau. Aku sudahi semuanya .
Terimakasih untuk semua pelajaran bahkan pengalaman yang
telah diberikan. Tulisan ini hanya secercah kata sebagai sarana untuk
menyampaikan resah yang tak terucap.
Dan untuk KAMU, semoga sukses. Aku berdoa semoga semua harap
yang terucap dapat menjadi nyata. Sampai bertemu ketika mahkota kesuksesan
sudah berhasil didapatkan.
Prabumulih, 19 Juli 2017
------------------------------------------------------------------------------------------
*Cuma tulisan lama guys, waktu cinta monyet-monyetan. Biar
ada warnyanya lah tulisan blog ini haha.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar