Rentetan kisah tertulis dalam dinding sejarah kehidupan. Ditulis dengan aksara masa lalu, tergores dan terukir jelas sebagai kenangan perjalanan. Semuanya menyadarkan kita bahwa hidup penuh warna, penuh rasa dan harus terus melangkah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
![]() |
| Amunisi |
Bersantai ria di dalam kamar adalah hal monoton yang sering ku lakukan. Menghabiskan waktu dengan itu-itu saja sepertinya. Tak terkecuali malam ini, duduk santai dengan segala imajinasi yang ada di kepala, lalu ku salurkan dalam bentuk tulisan. Sesekali ku ambil handphone, ku buka sosial media dan menikmati postingan rekan-rekan yang bergembira di luar sana dan sedang merayakan euforia pergantian tahun bersama keluarga, seru sekali. Bakar sate, bakar jagung, bbq-an, dan bakar-bakar yang lain pokoknya. Asik sekali. Bagianku malam ini hanya termangu melawan sinar cahaya laptop, tepat di depan cermin lemari kayu yang ku miliki. Pemandanganku malam ini adalah diri sendiri. Ku pandang gambar diri dari cermin yang memantulkan dengan jelas. Seketika diri ini bertanya, sudah sejauh mana kaki melangkah? Cerita apa yang dialami setahun belakangan? Apakah 2020 adalah sahabat baik yang memberikan kisah baik dan mampu menjadi pendengar di kala resah?
2020 kaya akan cerita, kejutan, dan pengalaman. Klise lah ya, layaknya pendapat orang-orang normal lainnya. Awal tahun ku mulai dengan status mahasiswa semester akhir, semester 6 untuk mahasiswa jenjang diploma. Layaknya mahasiswa semester akhir pada umumnya, menyiapkan segala pernak-pernik yang menjadi pendukung kelulusan. Benar sekali, skripsi, tapi kalau di kampusku Laporan Akhir namanya. Magang-OJT, ngorek-ngorek bahan laporan, nyari judul yang pas, nyari materi yang tepat, dll. Kalau sudah dapat judul, masih suka goyah antara mau ganti atau tidak, tapi ya terobos sajalah. Februari, menjadi bagian dari korporat, ikut andil bekerja layaknya pegawai sebenarnya. Di tengah perjalanan, sontoloyo covid-19 datang, ia tak diundang, bisa-bisanya betah dan bertahan sepanjang tahun. Akibatnya, kerja online, bimbingan online, sesekali hampir miss komunikasi dengan dosen pembimbing, halah.
Gelap, kelam, jatuh, titik terendah. Februari, maret sampai menjelang akhir tahun 2020, Indonesia seperti merundung, banyak nyawa yang hilang, pebisnis gulung tikar, pekerja yang dirumahkan, dan mahasiswa dengan cerita sedihnya yang tak mampu dengan beban biaya saat itu. Sektor kesehatan dan ekonomi diserang habis-habisan. Hampir kehabisan cara untuk melawan dan bangkit dengan cepat. 2020 menjadikan setiap orang untuk dapat berpikir tanggap, berinovasi dengan hebat, dan beradaptasi dengan cepat. Kalau tidak, alamat, akan tertinggal dan diam di tempat.
Sebagai kalangan mahasiswa, sedih rasanya mendengar berita tentang teman-teman dengan kendala yang dihadapi. Mulai dari teknis sampai non-teknis. Yang belum punya gadget, smartphone, dan alat pendukung perkuliahan online lainnya. Tak jarang, yang sudah punya terkendala pada data dan siyal internet yang sangat minim dan lambat. Untungnya, keluhan dan teriakan mahasiswa di dengar oleh para penguasa, yang segera mengaminkan segala permintaan untuk mengatasi kendala pembelajaran daring. Bantuan alokasi gadget, bantuan anggaran pulsa dan kuota internet, krusial sekali, sangat membantu.
Bagi saya pribadi, 2020 mengetuk hati untuk benar-benar memegang teguh prinsip kebermanfaatan. Menyadarkan diri untuk membuka mata bahwa apa yang kita lakukan harus bermanfaat untuk orang banyak. Jangan sungkan dan jangan enggan untuk melakukan kebaikan. 2020 mengajarkan untuk iklas menolong dan memberitahu betapa legahnya melihat senyum orang-orang yang merasa terbantu. Begitu banyaknya sarana untuk melakukan dan menyebarkan sikap positif. Platform media sosial, komunitas, teman terdekat dan lain sebagainya. 2020 memaksa untuk meringankan langkah ke arah kebaikan, mengarahkan agar tidak menutup mata dan telinga terhadap apa yang terjadi di sekitar kita. Semoga rasa ini akan terus bertahan hingga mampu terus menciptkan kebermanfaatan yang berekelanjutan.
Tahun 2020 juga sangat menyadarkan saya bahwa saya dikelilingi dan dipertemukan dengan orang-orang baik. Yang membantu saya menyelesaikan pendidikan diploma sampai titik terakhir hingga akhirnya saya layak untuk ujian dan dinyatakan lulus. Pembimbing, mentor, dan rekan-rekan hebat yang membuat ini dapat terjadi. Berkat ini semua, satu tambahan doa yang ku pinta pada sang pencipta, semoga aku bisa menjadi orang baik yang mampu menolong setiap orang yang membutuhkan pertolongan, siapa pun itu.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
2021 akan hadir, meninggalkan segala fenomena yang terjadi di tahun 2020. Segala upaya telah kita lakukan, lalu harapan-harapan apa yang telah tercapai? Jika masih tertunda mari kita tuntaskan di tahun mendatang. Jangan pernah khawatir dengan segala yang akan terjadi. Jangan simpan rasa trauma yang terjadi di tahun 2020, hilangkan, hapuskan dan kembali bermimpi. Kita sama-sama yakin, perlahan, semoga harapan-harapan yang sudah terencana mampu terealisasi satu-persatu. Aaamiin
2021, aku akan terus berdoa dan berusaha dengan segala kerja keras yang semoga akan terus tersalurkan. Doa dan harapan-harapanku sudah ku tuliskan dalam secarik kertas dan note Handphone ku, semoga menjadi pengingat agar langkah kaki yang tertatih di persimpangan jalan dapat kembali berjalan dengan tegar sampai akhir tujuan. Bismillah, kita sama-sama yakin dan berusaha semoga semua keinginan menjadi nyata.
Terakhir
Di tahun 2021
Akan terus ku sebut namamu dalam doaku sampai aku mampu mengetuk hatimu melalui pendekatan sang ilahi.
ashiap
Sincerely, Hakimrasyidi
Prabumulih, 31 Desember 2020, hampir 2021
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SELAMAT TAHUN BARU, JANGAN TAKUT BERMIMPI.






